Berikut 5 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Bekas

54 View
Header:

Satupos.comBerikut 5 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Bekas. Membeli rumah bekas adalah pilihan yang bisa anda pilih untuk membeli rumah dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda ingat.

Membeli rumah bekas adalah salah satu pilihan pilihan bagi keluarga milenial yang baru saja membangun rumah.

Hal ini cukup masuk akal mengingat rumah bekas dapat memberikan sejumlah keuntungan, seperti livability langsung, harga yang relatif murah dan, tentu saja, dapat digunakan untuk investasi jangka panjang.

Bandingkan ini dengan membeli rumah baru dengan hipotek. Biasanya Anda harus menunggu hingga 2 tahun sampai Properti siap untuk pindah.

Belum lagi sambil menunggu, Anda juga harus menyetor sejumlah uang ke pengembang sebagai sinyal beli.

Baca Juga :

5 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Bekas

Meskipun pada pandangan pertama mekanisme membeli rumah baru dan bekas tampaknya tidak berbeda, Anda perlu lebih banyak waktu untuk menemukan rumah bekas yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Dalam proses jual beli perumahan, perlu memperhitungkan tidak hanya kualitas konstruksi bangunan, tetapi juga dokumen kepemilikan.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan anda dalam mengurus proses transfer nantinya. Secara umum, berikut adalah tips untuk membeli rumah bekas yang harus Anda pertimbangkan:

1. Peluang keuangan

Saat membeli rumah bekas, ada baiknya menyiapkan dana tambahan. Anda dapat menambahkan biaya membeli rumah sebesar 10% dari harga pembelian rumah.

Misalnya, jika Anda ingin membeli rumah bekas setidaknya 300.000.000 Rupee, Anda harus memiliki anggaran 300 Rupee. 000 000 +(300 Rupee. 000 000 x 10%) = 330 putaran per menit. 000 000.

Jumlah pengeluaran ini harus disiapkan untuk mengantisipasi jika pengeluaran tak terduga lainnya muncul, seperti biaya perbaikan dan dokumen rumah tangga.

Dengan mempertimbangkan biaya tambahan ini, Anda dapat membandingkannya dengan kemampuan keuangan anda yang tersedia.

Jika ternyata harganya melebihi kemampuan finansial anda, maka Anda harus mencari rumah bekas lain yang lebih cocok untuk situasi Anda. Juga, ingat bahwa biaya rumah yang Anda pasang tidak mempengaruhi pengeluaran lain untuk kebutuhan dasar Anda.

2. Kualitas Konstruksi Bangunan

Untuk mencegah kenaikan biaya perabotan rumah Anda, Anda dapat terlebih dahulu memeriksa rumah yang ingin Anda beli. Tidak hanya memeriksa rumah dari luar, tetapi juga mempelajari sudut-sudut interior rumah secara detail.

Ini dapat digunakan sebagai cara untuk bernegosiasi dengan penjual rumah dan mengetahui jumlah kerusakan, serta jumlah biaya perbaikan yang mungkin dikeluarkan saat tinggal di rumah.

3. Memperhatikan Lingkungan Sekitar

Secara umum, harga rumah di daerah pemukiman yang sering terkena banjir secara nominal lebih rendah. Karena itu, sangat penting untuk mengamati situasi di sekitarnya.

Lingkungan yang kompleks dapat menyebabkan berbagai biaya tambahan saat tinggal di rumah, meskipun lebih murah.

4. Ketersediaan Listrik Dan Air

Air dan listrik adalah aspek terpenting bagi setiap penghuni rumah. Mengapa? Karena banyak kegiatan yang kita lakukan di rumah membutuhkan dua sumber daya ini, misalnya mencuci pakaian di mesin cuci, memasak dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli rumah bekas, sebaiknya tanyakan dulu apakah rumah bekas tersebut memiliki pompa air dan listrik. Jika Anda tidak ada, tentu saja, anda akan dikenakan biaya tambahan untuk memasang pompa dan listrik di rumah.

5. Integritas dokumen

Selain biaya dan komponen rumah, perlu juga memeriksa secara detail kelengkapan sertifikat perumahan yang ingin Anda beli. Anda dapat memeriksa integritas dokumen satu per satu untuk memverifikasi keasliannya dengan menggunakan layanan konsultasi.

Dokumen apa untuk kepemilikan rumah yang harus ditentukan? Berikut adalah beberapa contoh:

Header:

  1. Sertifikat Kepemilikan Rumah
  2. Sertifikat kepemilikan (SHM)
  3. Sertifikat hak untuk menggunakan gedung (HGB)
  4. Sertifikat hak budidaya (HGU)
  5. Sertifikat Hak Pakai (SHP)
  6. Sertifikat izin konstruksi (IMB)
  7. Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa
  8. Periksa tagihan listrik, air dan tagihan telepon untuk melihat apakah pemilik sebelumnya membayar mereka. Jika ada hutang, mungkin saja Anda akan ditagih saat pindah ke rumah.
Header:

Leave a Reply

Your email address will not be published.